Rabu, 04 Desember 2013



Kue lumpur adalah salah satu kue tradisional nusantara sangat disukai karena teksturnya yang lembut dengan rasa yang manis, dengan menggunakan beraneka jenis bahan olahan, di antaranya pandan. Kue lumpur sangat cocok disuguhkan pada acara keluarga, teman minum kopi dan teh atau sekadar sebagai camilan di saat santaai sambil  menonton acara televisi.

BAHAN :
100 gr margarin
250 cc air
150 gr tepung terigu
125 gr gula pasir
6 butir telur
400 cc santan yang dicampur dengan air pandan dan suji
100 gr kenari cincang

CARA MEMBUAT :
1. Didihkan margarin dan air lalu masukkan tepung terigu. Sambil diaduk, tambahkan gula pasir. Dinginkan.
2. Masukkan telur, aduk rata lalu tambahkan air daun suji.
3. Isi setiap cetakan kue lumpur dengan adonan lalu masak, setelah agak beku taburkan kenari cincang.
4. Bakar lagi sampai matang. Lakukan sampai seluruh adonan habis.

Untuk 20 buah

21.08 suhut rusliyanto


Kue lumpur adalah salah satu kue tradisional nusantara sangat disukai karena teksturnya yang lembut dengan rasa yang manis, dengan menggunakan beraneka jenis bahan olahan, di antaranya pandan. Kue lumpur sangat cocok disuguhkan pada acara keluarga, teman minum kopi dan teh atau sekadar sebagai camilan di saat santaai sambil  menonton acara televisi.

BAHAN :
100 gr margarin
250 cc air
150 gr tepung terigu
125 gr gula pasir
6 butir telur
400 cc santan yang dicampur dengan air pandan dan suji
100 gr kenari cincang

CARA MEMBUAT :
1. Didihkan margarin dan air lalu masukkan tepung terigu. Sambil diaduk, tambahkan gula pasir. Dinginkan.
2. Masukkan telur, aduk rata lalu tambahkan air daun suji.
3. Isi setiap cetakan kue lumpur dengan adonan lalu masak, setelah agak beku taburkan kenari cincang.
4. Bakar lagi sampai matang. Lakukan sampai seluruh adonan habis.

Untuk 20 buah



Kota Surabaya, selain sudah populer dan terkenal dengan kue lapis legit dan kue lapis surabaya itu, ternyata menyimpan pesona kue tradisional nusantara lain yang tak kalah enaknya. Salah satunya adalah kue jongkong surabaya.

Kue jongkong surabaya sebenarnya merupakan variasi dari kue lapis beras dengan keunikannya yang paling menonjol adalah penggunaan air abu merang, di mana abu merangnya berasal dari hasil tumbukan merang bakar. Penggunaan air abu merang ini memberikan aroma dan tekstur kue jongkong surabaya yang khas yang jarang ditemukan pada kue tradisional nusantara lainnya.

Ciri khas kue jongkong surabaya adalah lapisan-lapisan kuenya terdiri dari dua warna, yakni warna hitam dan hijau. Warna hitam berasal dari warna air abu merang, sedangkan warna hijau berasal dari warna air daun suji pandan.

BAHAN :
250 gr tepung beras
100 gr tepung kanji
200 gr gula pasir
1/2 sdt garam
800 cc santan dari 1 butir kelapa
100 cc air daun suji dan pandan (30 lembar suji dan 8 lembar pandan)
100 cc air abu merang (50 gr merang dibakar, lalu abunya ditambah 100 cc air, saring)
Minyak goreng secukupnya untuk mengoles
1/2 butir kelapa muda diparut kasar, kukus dengan ditambah sedikit garam

CARA MEMBUAT :
1. Campur tepung beras, tepung kanji, gula pasir, garam dan santan.
2. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Sebagian diberi air abu merang, sebagian lagi diberi air daun suji dan pandan. Sisihkan.
3. Olesi loyang 15x15x4 cm dengan minyak. Panaskan dalam kukusan. Tuang satu sendok sayur adonan air abu merang. Kukus 5 menit.
4. Tuang 1 sendok sayur adonan air suji pandan di atasnya. Kukus 5 menit juga. Ulangi sampai adonan habis. 5. Terakhir kukus selama 30 menit, angkat dan dinginkan.
6. Potong kue setelah dingin. Sajikan dengan kelapa parut di atasnya.

Untuk : 24 potong
21.06 suhut rusliyanto


Kota Surabaya, selain sudah populer dan terkenal dengan kue lapis legit dan kue lapis surabaya itu, ternyata menyimpan pesona kue tradisional nusantara lain yang tak kalah enaknya. Salah satunya adalah kue jongkong surabaya.

Kue jongkong surabaya sebenarnya merupakan variasi dari kue lapis beras dengan keunikannya yang paling menonjol adalah penggunaan air abu merang, di mana abu merangnya berasal dari hasil tumbukan merang bakar. Penggunaan air abu merang ini memberikan aroma dan tekstur kue jongkong surabaya yang khas yang jarang ditemukan pada kue tradisional nusantara lainnya.

Ciri khas kue jongkong surabaya adalah lapisan-lapisan kuenya terdiri dari dua warna, yakni warna hitam dan hijau. Warna hitam berasal dari warna air abu merang, sedangkan warna hijau berasal dari warna air daun suji pandan.

BAHAN :
250 gr tepung beras
100 gr tepung kanji
200 gr gula pasir
1/2 sdt garam
800 cc santan dari 1 butir kelapa
100 cc air daun suji dan pandan (30 lembar suji dan 8 lembar pandan)
100 cc air abu merang (50 gr merang dibakar, lalu abunya ditambah 100 cc air, saring)
Minyak goreng secukupnya untuk mengoles
1/2 butir kelapa muda diparut kasar, kukus dengan ditambah sedikit garam

CARA MEMBUAT :
1. Campur tepung beras, tepung kanji, gula pasir, garam dan santan.
2. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Sebagian diberi air abu merang, sebagian lagi diberi air daun suji dan pandan. Sisihkan.
3. Olesi loyang 15x15x4 cm dengan minyak. Panaskan dalam kukusan. Tuang satu sendok sayur adonan air abu merang. Kukus 5 menit.
4. Tuang 1 sendok sayur adonan air suji pandan di atasnya. Kukus 5 menit juga. Ulangi sampai adonan habis. 5. Terakhir kukus selama 30 menit, angkat dan dinginkan.
6. Potong kue setelah dingin. Sajikan dengan kelapa parut di atasnya.

Untuk : 24 potong


Memang cantik dan manis kue yang satu ini sehingga diberi nama kue cantik manis. Rasanya yang lembut dan kenyal dibuat dengan bahan utama berupa tepung hunkue dan santan. Kue cantik manis merupakan salah satu kue nusantara popular yang berasal dari Pulau Jawa.

Kue cantik manis ini termasuk mudah dalam pembuatannya, tetapi membutuhkan kesabaran ekstra karena harus membungkusnya satu per satu dalam kemasan plastik atau daun pisang.

Kue cantik manis ini juga terkenal dengan nama lain seperti kue jentik manis atau cente manis. Kue cantik manis sangat cocok disajikan sebagai kue untuk berbuka puasa.

BAHAN :
500 ml santan dari 1 butir kelapa
60 gr tepung hunkue
100 gr gula pasir
2 lembar daun pandan, disimpulkan
1/4 sdt garam
1/8 sdt vanili bubuk
100 gr sagu mutiara berwarna
Plastik atau daun pisang sebagai pembungkus

CARA MEMBUAT :
1. Rebus sagu mutiara dengan air mendidih yang cukup banyak sampai matang dan bening, kemudian saring, cuci, dan tiriskan.
2. Larutkan tepung hunkue dan 250 ml santan (dari 500 ml santan). Sisihkan.
3. Rebus dengan api sedang sisa santan, garam, daun pandan, gula pasir, dan vanili bubuk sambil diaduk sampai mendidih dan gula larut.
4. Tuang larutan tepung hunkue. Aduk rata. Masak lagi sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat. Masukkan sagu mutiara. Aduk sampai sagu mutiara menyebar merata.
5. Ambil adonan. Sendokkan di atas plastik dan bungkus. Lipat dan biarkan dingin.

Untuk 13 bungkus.

NB : Sagu mutiara bisa juga diganti dengan biji delima atau pacar cina sesuai selera.
21.04 suhut rusliyanto


Memang cantik dan manis kue yang satu ini sehingga diberi nama kue cantik manis. Rasanya yang lembut dan kenyal dibuat dengan bahan utama berupa tepung hunkue dan santan. Kue cantik manis merupakan salah satu kue nusantara popular yang berasal dari Pulau Jawa.

Kue cantik manis ini termasuk mudah dalam pembuatannya, tetapi membutuhkan kesabaran ekstra karena harus membungkusnya satu per satu dalam kemasan plastik atau daun pisang.

Kue cantik manis ini juga terkenal dengan nama lain seperti kue jentik manis atau cente manis. Kue cantik manis sangat cocok disajikan sebagai kue untuk berbuka puasa.

BAHAN :
500 ml santan dari 1 butir kelapa
60 gr tepung hunkue
100 gr gula pasir
2 lembar daun pandan, disimpulkan
1/4 sdt garam
1/8 sdt vanili bubuk
100 gr sagu mutiara berwarna
Plastik atau daun pisang sebagai pembungkus

CARA MEMBUAT :
1. Rebus sagu mutiara dengan air mendidih yang cukup banyak sampai matang dan bening, kemudian saring, cuci, dan tiriskan.
2. Larutkan tepung hunkue dan 250 ml santan (dari 500 ml santan). Sisihkan.
3. Rebus dengan api sedang sisa santan, garam, daun pandan, gula pasir, dan vanili bubuk sambil diaduk sampai mendidih dan gula larut.
4. Tuang larutan tepung hunkue. Aduk rata. Masak lagi sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat. Masukkan sagu mutiara. Aduk sampai sagu mutiara menyebar merata.
5. Ambil adonan. Sendokkan di atas plastik dan bungkus. Lipat dan biarkan dingin.

Untuk 13 bungkus.

NB : Sagu mutiara bisa juga diganti dengan biji delima atau pacar cina sesuai selera.


Kue apem merupakan salah satu kue tradisional Indonesia. Di Malaysia juga dapat ditemukan kue dengan nama yang hampir sama yakni "kuih apam" tetapi berbeda dalam bahan dan cara membuatnya.

Kue apem menggunakan tape singkong, santan dan air kelapa, sedangkan "kuih apam" sama sekali tidak mempergunakan bahan-bahan ini. Bentuk kuenya juga berbeda. "Kuih apam" lebih mirip dengan kue mangkok yang tidak mekar.

Kue apem kukus ini merupakan salah satu variasi dari berbagai macam Kue Apem yang dikenal.

Resep kue apem kukus sebagai berikut :

BAHAN :
150 gr tape singkong yang manis, buang seratnya
150 gr gula merah, sisir halus
200 cc air kelapa
225 cc santan kental
250 gr tepung beras
2 lembar daun pandan, diikat

CARA MEMBUAT :
1. Tape singkong diremas-remas sampai halus.
2. Campur gula merah dengan tape yang telah dihaluskan dan air kelapa, aduk rata sampai halus, lalu saring.
3. Siapkan tepung beras dalam wadah, tuangi dengan air tape sedikit demi sedikit sampai kalis sambil ditepuk-tepuk kurang lebih
selama 20 menit. Tambahkan dengan santan dan diamkan selama 12 jam pada suhu yang hangat.
4. Panaskan panci pengukus. Siapkan loyang berukuran 18 x 18 cm, olesi dengan minyak goreng. Tuangkan adonan dalam loyang dan kukus
sampai matang, angkat, dinginkan.
5. Potong kue sesuai selera.

Untuk 15 potong

21.02 suhut rusliyanto


Kue apem merupakan salah satu kue tradisional Indonesia. Di Malaysia juga dapat ditemukan kue dengan nama yang hampir sama yakni "kuih apam" tetapi berbeda dalam bahan dan cara membuatnya.

Kue apem menggunakan tape singkong, santan dan air kelapa, sedangkan "kuih apam" sama sekali tidak mempergunakan bahan-bahan ini. Bentuk kuenya juga berbeda. "Kuih apam" lebih mirip dengan kue mangkok yang tidak mekar.

Kue apem kukus ini merupakan salah satu variasi dari berbagai macam Kue Apem yang dikenal.

Resep kue apem kukus sebagai berikut :

BAHAN :
150 gr tape singkong yang manis, buang seratnya
150 gr gula merah, sisir halus
200 cc air kelapa
225 cc santan kental
250 gr tepung beras
2 lembar daun pandan, diikat

CARA MEMBUAT :
1. Tape singkong diremas-remas sampai halus.
2. Campur gula merah dengan tape yang telah dihaluskan dan air kelapa, aduk rata sampai halus, lalu saring.
3. Siapkan tepung beras dalam wadah, tuangi dengan air tape sedikit demi sedikit sampai kalis sambil ditepuk-tepuk kurang lebih
selama 20 menit. Tambahkan dengan santan dan diamkan selama 12 jam pada suhu yang hangat.
4. Panaskan panci pengukus. Siapkan loyang berukuran 18 x 18 cm, olesi dengan minyak goreng. Tuangkan adonan dalam loyang dan kukus
sampai matang, angkat, dinginkan.
5. Potong kue sesuai selera.

Untuk 15 potong

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pernikahan Putri Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Raden Hayu bersama calon suaminya, Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro turut disambut gembira oleh Komunitas Pedagang Kaki Lima Malioboro.


Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Malioboro Rudiarto menuturkan setidaknya pada puncak hari pernikahan itu yakni 23 Oktober 2013, akan ada sajian hidangan tradisional gartis bagi para warga yang turut menyaksikan dari Malioboro. "Akan ada 50 angkringan, 5.000 nasi bungkus, dan 5000 jajanan pasar yang disediakan gratis untuk warga," kata Rudiarto kepada Tempo Sabtu 19 Oktober 2013.


Aneka jajanan pasar dan angkringan itu merupakan 'kado' dari komunitas pedagang Malioboro bagi Sultan. "Ini sebagai wujud bakti kami ke beliau," kata Rudi.


Angkringan dan stand stand jajanan pasar serta nasi bungkus itu mulai disediakan sekitar pukul 06.00 WIB hari respesi pernikahan. Deretan jajan pasar aneka ragam dan angkringan itu disediakan dari Titik Nol Kilometer hingga Kepatihan.


Namun tentu saja, agar tak langsung ludes diserbu, para pedagang baru mempersilahkan pengunjung menikmati bersama hidangan itu usai iring iringan mempelai lewat dari Keraton Yogyakarta menuju Kepatihan.


Rudi mengatakan, hidangan gratis itu merupakan usaha swadaya warga sebagai wujud syukur kepada raja. "Ini bentuk persembahan kami, karena selama ini sudah diberi kelimpahan rejeki di Malioboro," kata dia.


Selain menyediakan hidangan gratis sepanjang Titikl Nol hingga Kepatiahn pun akan steril dari berbagai aktivitas. Baik parkir ataupun pedagang. Sebab lokasi yang biasa dipakai parkir dan pedagang itu rencananya akan menjadi tempat angkrigan dan jajanan pasar wisatawan.


"Ada sekitar 600 pedagang yang libur, tapi hanya setengah hari sampai pukul 14.00 siang saat acara sudah selesai," kata dia.


Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Syarif Teguh menuturkan pihak pemerintah Kota Yogyakarta sejak Jumat 18 Oktober lalu sudah mulai mempersiapkan kegiatan royal wedding tersebut. "Kami sudah cicil mulai bersihkan kawasan dari stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer dari sampah sampah agar jalur itu bersih," kata dia.


Sayrif menambahkan, pihaknya tidak akan menambah berbagai dispaly agar wisatawan yang datang dapat menonton. "Kami fungsikan dua videotron di Dinas Pariwisata dan depan tempak parkir bus Abu Bakar Ali. Karena tak semua lokasi Malioboro terpakai," kata dia.


PRIBADI WICAKSONO



Topik terhangat:
Andi Mallarangeng Ditahan | Foto Bunda Putri | Suap Akil Mochtar | Dinasti Banten

Berita lainnya

Sidak Kantor Wali Kota Jaktim, Jokowi Naik Pitam
Sutiyoso Lupa Kapan Foto Bareng Bunda Putri
12 Fakta tentang Seks yang Perlu Wanita Ketahui
Menpora Pernah Menginap di Rumah Bunda Putri
Begini Cara Melacak Seseorang Via Ponsel

20.59 suhut rusliyanto

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pernikahan Putri Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Raden Hayu bersama calon suaminya, Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro turut disambut gembira oleh Komunitas Pedagang Kaki Lima Malioboro.


Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Malioboro Rudiarto menuturkan setidaknya pada puncak hari pernikahan itu yakni 23 Oktober 2013, akan ada sajian hidangan tradisional gartis bagi para warga yang turut menyaksikan dari Malioboro. "Akan ada 50 angkringan, 5.000 nasi bungkus, dan 5000 jajanan pasar yang disediakan gratis untuk warga," kata Rudiarto kepada Tempo Sabtu 19 Oktober 2013.


Aneka jajanan pasar dan angkringan itu merupakan 'kado' dari komunitas pedagang Malioboro bagi Sultan. "Ini sebagai wujud bakti kami ke beliau," kata Rudi.


Angkringan dan stand stand jajanan pasar serta nasi bungkus itu mulai disediakan sekitar pukul 06.00 WIB hari respesi pernikahan. Deretan jajan pasar aneka ragam dan angkringan itu disediakan dari Titik Nol Kilometer hingga Kepatihan.


Namun tentu saja, agar tak langsung ludes diserbu, para pedagang baru mempersilahkan pengunjung menikmati bersama hidangan itu usai iring iringan mempelai lewat dari Keraton Yogyakarta menuju Kepatihan.


Rudi mengatakan, hidangan gratis itu merupakan usaha swadaya warga sebagai wujud syukur kepada raja. "Ini bentuk persembahan kami, karena selama ini sudah diberi kelimpahan rejeki di Malioboro," kata dia.


Selain menyediakan hidangan gratis sepanjang Titikl Nol hingga Kepatiahn pun akan steril dari berbagai aktivitas. Baik parkir ataupun pedagang. Sebab lokasi yang biasa dipakai parkir dan pedagang itu rencananya akan menjadi tempat angkrigan dan jajanan pasar wisatawan.


"Ada sekitar 600 pedagang yang libur, tapi hanya setengah hari sampai pukul 14.00 siang saat acara sudah selesai," kata dia.


Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Syarif Teguh menuturkan pihak pemerintah Kota Yogyakarta sejak Jumat 18 Oktober lalu sudah mulai mempersiapkan kegiatan royal wedding tersebut. "Kami sudah cicil mulai bersihkan kawasan dari stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer dari sampah sampah agar jalur itu bersih," kata dia.


Sayrif menambahkan, pihaknya tidak akan menambah berbagai dispaly agar wisatawan yang datang dapat menonton. "Kami fungsikan dua videotron di Dinas Pariwisata dan depan tempak parkir bus Abu Bakar Ali. Karena tak semua lokasi Malioboro terpakai," kata dia.


PRIBADI WICAKSONO



Topik terhangat:
Andi Mallarangeng Ditahan | Foto Bunda Putri | Suap Akil Mochtar | Dinasti Banten

Berita lainnya

Sidak Kantor Wali Kota Jaktim, Jokowi Naik Pitam
Sutiyoso Lupa Kapan Foto Bareng Bunda Putri
12 Fakta tentang Seks yang Perlu Wanita Ketahui
Menpora Pernah Menginap di Rumah Bunda Putri
Begini Cara Melacak Seseorang Via Ponsel



Kue tradisional nusantara ini dinamakan kue kaca mata karena bentuknya yang memang menyerupai kaca mata jika dua potong kue ini didekatkan satu sama lain. Nama lain untuk kue ini adalah kue mata bola. Di samping itu, kue kaca mata ini juga dikenal dengan berbagai nama seperti "kue Putri Noong" di daerah Jawa Barat, dan "kue Moto Kebo" di daerah Jawa Tengah.

BAHAN :
500 gr singkong, parut
Pisang tanduk atau pisang raja yang tua, direbus
100 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
1/4 butir kelapa muda, parut
Pewarna kue, warna merah dan hijau (sesuai selera)
Urap Kelapa secukupnya
Daun pisang secukupnya
Tali

BAHAN DAN CARA MEMBUAT URAP KELAPA :
1/3 butir kelapa diparut kasar, tambahkan 1/4 sdt garam kemudian kukus +/- 5 menit supaya tahan lebih lama.

CARA MEMBUAT :
1. Peras parutan singkong, buang acinya, lalu campur dengan gula pasir, garam, vanili, dan kelapa parut. Aduk sampai rata.
2. Bagi adonan menjadi 3 bagian, 1 bagian dibiarkan polos tanpa pewarna, 2 bagian lainnya masing-masing diberi warna merah dan hijau.
3. Kupas pisang, lalu bungkus dengan adonan tersebut sampai pisang tertutup semuanya.
5. Gulung dengan daun pisang seperti membuat lontong, ikat kedua ujungnya dengan tali. Lakukan hal yang sama sampai adonan habis.
6. Kukus selama +/- 1 jam sampai matang, dinginkan. Angkat dan lepaskan dari daun pisang.
7. Potong melintang setebal 2 cm. Taburi atau gulingkan pada urap kelapa. Sajikan.
20.58 suhut rusliyanto


Kue tradisional nusantara ini dinamakan kue kaca mata karena bentuknya yang memang menyerupai kaca mata jika dua potong kue ini didekatkan satu sama lain. Nama lain untuk kue ini adalah kue mata bola. Di samping itu, kue kaca mata ini juga dikenal dengan berbagai nama seperti "kue Putri Noong" di daerah Jawa Barat, dan "kue Moto Kebo" di daerah Jawa Tengah.

BAHAN :
500 gr singkong, parut
Pisang tanduk atau pisang raja yang tua, direbus
100 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
1/4 butir kelapa muda, parut
Pewarna kue, warna merah dan hijau (sesuai selera)
Urap Kelapa secukupnya
Daun pisang secukupnya
Tali

BAHAN DAN CARA MEMBUAT URAP KELAPA :
1/3 butir kelapa diparut kasar, tambahkan 1/4 sdt garam kemudian kukus +/- 5 menit supaya tahan lebih lama.

CARA MEMBUAT :
1. Peras parutan singkong, buang acinya, lalu campur dengan gula pasir, garam, vanili, dan kelapa parut. Aduk sampai rata.
2. Bagi adonan menjadi 3 bagian, 1 bagian dibiarkan polos tanpa pewarna, 2 bagian lainnya masing-masing diberi warna merah dan hijau.
3. Kupas pisang, lalu bungkus dengan adonan tersebut sampai pisang tertutup semuanya.
5. Gulung dengan daun pisang seperti membuat lontong, ikat kedua ujungnya dengan tali. Lakukan hal yang sama sampai adonan habis.
6. Kukus selama +/- 1 jam sampai matang, dinginkan. Angkat dan lepaskan dari daun pisang.
7. Potong melintang setebal 2 cm. Taburi atau gulingkan pada urap kelapa. Sajikan.